Friday, December 7, 2012

Israel Mengancam Bunh Pimpinan Jihad Islam

Arena Berita DuniaIsrael mengancam akan membunuh Pemimpin Jihad Islam Ramadan Shalah, bila Shalah memasuki wilayah Jalur Gaza. Selain Shalah, Israel juga merencanakan pembunuhan tehradap wakil Shalah, Ziad Nakhla.

Pemerintah Mesir mengatakan, Israel menolak kehadiran Shalah ke Gaza. Hal itupun membuat Jihad Islam melakukan peninjauan ulang terhadap rencana kunjungannya ke Gaza. Kunjungan itu akan dilakukan Shalah bertepatan dengan Perayaan Hut Hamas ke-25. Demikian diberitakan Maan, Jumat (6/12/2012).

Sementara itu, Pemimpin Hamas Khaled Meshal juga dikabarkan akan kembali ke Gaza setelah 45 tahun berada di pengungsian. Meshal meninggalkan Tepi Barat di saat usianya masih 11 tahun. Kedatangan Meshal ke Gaza juga bertepatan pada Hut Hamas.

Meshal dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah gerakan dan warga di Jalur Gaza. Meshal juga akan menjenguk korban yang terluka dalam konflik Palestina Israel beberapa pekan yang lalu. 

Menurut salah seorang pejabat Hamas, Abu Zuhri, kunjungan Meshal merupakan hasil kemenangan Hamas dari pendudukan Israel. Meshal kembali hadir di Gaza usai Mesir memprakarsai gencatan senjata Palestina dan Israel.

Sejauh ini, Meshal tinggal di Damaskus, Suriah, sebelum akhirnya pindah ke Mesir. Meshal menerima kritik pedas dari Suriah karena enggan mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dan pindah ke Mesir.

Suriah pun sempat menuduh Meshal bersekongkol dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) guna memuluskan upayanya untuk memimpin Palestina. Pada saat yang sama, Suriah menyebut Meshal menjual perjuangannya sendiri untuk sebuah kekuasaan.

Sebagai Pemimpin Hamas, Meshal juga mendukung pembaharuan keanggotaan Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Meski demikian, kemenangan Palestina di PBB patut disertai dengan perjuangan bangsa Palestina.(OZ)
 indonesia forex motor balap iklan baris online produk broker otomotif bisnis online blog download artikel klik

<a href="http://instaforex.com/?x=ERTY">InstaForex</a>

0 comments:

Post a Comment