Wednesday, August 1, 2012

Pembantaian Rohingya, Membuat Khamenei Sulit Tidur

Arena Berita Dunia - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Khamenei mengaku, dirinya sulit tidur pada pekan lalu, karena memikirkan pembantaian warga Muslim Rohingya, di Myanmar. Sejumlah pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Ali Larijani, ikut mengecam peristiwa itu.

"Perwakilan kami ada di sana. Mereka kembali dan memberikan informasi kepada kami yang sudah kehilangan waktu tidur. Bagaimana bisa, dunia ini menjadi lalai terhadap isu HAM," ujar Khamenei, seperti dikutip RFE, Senin (30/7/2012).

"Ini merupakan bukti yang jelas, Barat mengeluarkan klaim palsu tentang HAM dengan cara berdiam diri dalam insiden pembantaian ribuan warga Muslim di Myanmar," tambahnya.

Para pejabat dan media Iran, mendeskripsikan pembantaian itu sebagai sebuah aksi genosida. Bersamaan dengan itu, Kementerian Luar Negeri Iran melaporkan, sekira 160 orang tewas dalam pembantaian tersebut.

Iran juga mengatakan, negaranya siap untuk melakukan yang terbaik, guna melindungi nyawa para warga Muslim di Myanmar. Para warga Iran pun sudah menggelar aksi unjuk rasa untuk mengecam peristiwa pembantaian di wilayah Arakan, Myanmar. Salah satu aksi itu digelar pada 27 Juli lalu.

Selama ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeskripsikan warga Rohingya sebagai kelompok minoritas yang paling tertindas. Selain tidak memiliki kewarganegaraan Myanmar, warga Muslim Rohingya juga sering dideportasi bila mereka lari ke Bangladesh.(OZ) indonesia forex motor balap iklan baris online produk broker otomotif bisnis online

<a href="http://instaforex.com/?x=ERTY">InstaForex</a>

0 comments:

Post a Comment

Smokin Hot Savings! $5.99 .COM domains. 125x125