Monday, December 17, 2012

Amukan Presenter TV Atas Penembakan Sandy Hook

Arena Berita DuniaPresenter televisi ternama di Amerika Serikat (AS) Piers Morgan mengamuk di tengah acaranya sendiri. Saat itu Morgan dan beberapa pembicara tengah berdiskusi mengenai pengendalian senjata, setelah terjadinya penembakan di Connecticut.

Pada acara "Piers Morgan Tonight" Jumat malam waktu AS atau Sabtu pagi waktu Indonesia, presenter asal Inggris terlibat perdebatan sengit dengan dua nara sumbernya. Selama ini, Morgan memang tidak pernah malu mengkritik mengenai pengendalian senjata.

Diskusi memanas antara Morgan dan dua pendukung penggunaan senjata di AS, yakni pengarang dan seorang profesor, John Lott dan pengacara kelompok pendukung kepemilikan senjat Michigan, Steve Dulan.

"Bila kita bisa menghilangkan senjata, tentu saya memiliki posisi berbeda. Faktanya, senjata memang ada," ujar Dulan, dalam acara di stasiun televisi CNN, Sabtu (15/12/2012), seperti dikutip Bussiness Insider, Minggu (16/12/2012).

"Senjata adalah tekonologi buataan tahun 1800-an. Mereka amat mudah untuk dibuat. Senjata akan tetap ada. Jadi dengan keberadaan senjata, fakta yang jelas untuk menghentikan penjahat seperti yang anda (Morgan) sebut, adalah untuk menembaknya (pelaku penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook)," lanjut Dulan.

Mendengar keterangan tersebut, Morgan pun langsung memotong.

"Ini argumen yang terus saya dengan sejak bergabung dengan CNN. Sejak penembakan mantan politisi Republik Gabby Giffords di Arizona, argumen yang saya dengar adalah, bila semua orang dipersenjatai dengan baik, semua kejadian tersebut tidak akan terjadi. Ini benar-benar sebuah bualan besar! bukan begitu?," tegas Morgan.

Morgan kemudian menantang Profesor Lott, dengan bertanya "berapa banyak anak-anak lagi yang harus meninggal, sebelum kalian akhirnya berkata, 'kami ingin pengurangan senjata, bukan ditambah.'"

Namun Lott berkata lain. "Saya kecewa, karena saya khawatir aturan pengendalian senjata yang kalian ingin justru menewaskan banyak pihak." respons Lott. Morgan pun membalasnya dengan ucapan, "itu omong kosong!."

"Saya benar-benar frustrasi dan marah, anak-anak ini menjadi korban akibat senjata yang diperoleh secara legal. Seorang anak (pelaku penembakan) yang memiliki masalah, kemudia mengambil senjata milik ibunya, termasuk senapan serbu ini (Morgan mengangkat sebuah foto), dan kemudian dia pergi ke sebuah sekolah dan membunuh anak-anak ini," ucap Morgan dengan penuh kemarahan.

"Dan kalian (Lott dan Dulan) yang berada pada lingkup pelobi senjata, masih ini menekankan bahwa jawaban atas semua masalah ini adalah diperluasnya peredaran senjata?. Ini adalah kegilaan!" tegas Morgan dengan geram.

Pengetatan aturan senjata di AS memang menjadi perhatian dalam beberapa waktu terakhir, terlebih lagi dengan seringnya peristiwa penembakan terjadi. Presiden Barack Obama pun saat ini didesak untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi peredaran senjata tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, 26 jiwa kehilangan nyawanya dalam penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, Jumat 14 Desember atau Sabtu dini hari waktu Indonesia. Pihak penyelidik pun terus melakukan penyelidikan atas salah satu insiden penembakan terburuk yang terjadi di AS.(OZ)
 indonesia forex motor balap iklan baris online produk broker otomotif bisnis online blog download artikel klik

<a href="http://instaforex.com/?x=ERTY">InstaForex</a>

0 comments:

Post a Comment