Friday, November 30, 2012

Urai Macet, Nopol Ganjil Genap akan Berlaku di Jakarta

Arena Berita DuniaSimpang siur rencana pembatasan penggunaan kendaraan mulai menemui titik terang setelah terkatung-katung cukup lama. Kepolisian dan pemerintah daerah cenderung lebih memilih pembatasan penggunaan kendaraan sesuai plat nomor polisi dibandingkan sistem warna.

“Kalau warna warni terlalu banyak warna kombinasi. Nanti kalau masyarakat debat di jalan repot kita. Kita sama propinsi cenderung menggunakan genap ganjil karena lebih mudah mengawasi dari pada gelap terang,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Dwi Sigit Nurmantyas, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/11/2012).
 
Pembatasan penggunaan kendaraan sesuai plat nomor yakni berdasarkan digit terakhir genap atau ganjil. Peraturan daerah nantinya akan mengatur, kendaraan yang digit terakhir di plat nomornya ganjil bisa digunakan pada hari apa saja, begitu juga dengan digit terakhir genap.
 
“Setelah dikaji kita putuskan yang genap ganjil,” ujarnya.
 
Setelah melalui kajian besama stekholder, pembatasan penggunaan kendaraan berdasarkan genap atau ganjil digit terakhir plat nomor polisi dirasa bisa lebih gampang dalam merealisasikannya di lapangan.
 
“Kalau genap ganjil kita tinggal lihat, misalnya 1136 berarti genap, digit terakhir yang kita nilai. Misalnya nanti senin genap, besoknya ganjil, rabu genap lagi. Nanti teknisnya akan kita bicarakan,” ungkapnya.
 
Rencana ini, menurut dia, masih terus digodok untuk mengetahui apa resiko kegagalannya atau bagaimanan reaksi dari masyarakat. Sigit sadar jika setiap kebijakan akan menuai pro atau kontra. “Tapi saya optimis yang penting wartawan mendukung. Kalau wartawan berpihak kepada yang berunjuk rasa, pasti kalah kita,” terangnya.
 
Setelah melalui penggodokan, baru akan disosialisasikan kemudian dilakukan uji coba. Jika tidak efektif, tambahnya, kemungkinan untuk dirubah tentu bisa saja terjadi. Tapi, kata Sigit, pembatasan kendaraan dengan cara genap ganjil juga bukan tanpa kesulitan. Mata petugas di lapangan harus lebih jeli melihat plat nomor kendaraan.
 
“Kalau mobilnya kencang kan susah juga kita awasi,” cetusnya.
 
Jika rencana ini bisa terealisasi, Sigit yakin, kemacetan di Jakarta bisa menurun 30 hingga 40 persen. Kebijakan ini akan diutamakan di ruas jalan yang sudah ada bus TrasnJakarta. “Nanti ini masih kita kaji terus bagaimana kesepakatan dengan Pemda. Mulai Januari kita sosialisasi,” pungkasnya.(OZ)
 indonesia forex motor balap iklan baris online produk broker otomotif bisnis online blog download artikel klik

<a href="http://instaforex.com/?x=ERTY">InstaForex</a>

0 comments:

Post a Comment