Saturday, December 8, 2012

Rusia Menuding AS Inginkan Perang Dingin Baru

Arena Berita DuniaRusia menuduh Amerika Serikat (AS) mencoba membangkitkan Perang Dingin baru usai Kongres AS meloloskan undang-undang yang akan melarang warga Rusia memasuki wilayah AS. Para warga Rusia yang dimaksud adalah mereka yang diduga melanggar HAM.

"Rupanya, Washington sudah lupa akan tahun ini dan mereka mengira bahwa, Perang Dingin masih berlangsung," ujar kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (8/12/2012).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan, negaranya siap merespons tindakan AS dengan memberlakukan kebijakan serupa. Rusia bisa saja memberlakukan larangan visa bagi warga AS yang melanggar HAM.

Undang-undang yang diloloskan Kongres AS mengacu pada insiden kematian Sergei Magnitsky, seorang pengacara yang terlibat isu skandal pajak. Menurut Dewan HAM Kremlin, Magnitsky dipastika tewas karena dipukuli di dalam penjara.

Magnitsky adalah seorang pengacara di firma hukum Firestone Duncan yang ada di Moskow. Klien Magnitsky merupakan perusahaan pengelola aset dari Inggris, Hermitage Capital Management, yang beroperasi di Rusia.

Hermitage Capital Management sempat memberikan informasi kepada media mengenai dugaan korupsi sejumlah pejabat Rusia. Pada 2007 silam, kantor Hermitage dan Firestone Duncan yang ada di Moskow digeledah polisi. Magnitsky akhirnya muncul untuk menyelidiki peristiwa itu.

Ide pencetusan undang-undang itu diprakarsai oleh Senator Arizona John McCain. McCain adalah seorang yang selalu menentang Rusia, terutama Presiden Vladimir Putin. 

Perseteruan antara AS dan Rusia kembali terjadi belakangan ini. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga mulai melontarkan kritiknya terhadap ambisi Rusia membangun Uni Eurasia. Bagi Clinton, ambisi itu merupakan langkah Rusia untuk membangkitkan kembali Uni Soviet.(OZ)
 indonesia forex motor balap iklan baris online produk broker otomotif bisnis online blog download artikel klik

<a href="http://instaforex.com/?x=ERTY">InstaForex</a>

0 comments:

Post a Comment